MODUL DAUROH BAHASA ARAB TINGKAT PEMULA
APA MASALAH UTAMA KITA?
Rata-rata pembelajar pemula
bahasa Arab berpendapat bahwa pelajaran bahasa Arab itu sulit. Namun umumnya
mereka tidak menyadari apa sesungguhnya kendala utama sehingga mereka merasa
kesulitan belajar bahasa Arab.
Kendala utama yang dihadapi pembelajar pemula dalam
mempelajari bahasa Arab, khususnya dalam hal menerjemah Al-Quran adalah minimnya
tabungan kosa kata.
Solusi idealnya adalah tahfizh mufradat,
menghapal kosa kata sebanyak mungkin. Kalau perlu kita menghapal kamus. Karena
menguasai bahasa apapun intinya adalah “Menghapal Kosa Kata”. Namun, bagi orang
yang tidak memiliki waktu luang yang cukup tentunya upaya ini akan banyak
menemui kendala.
Maka keberadaan kamus Arab-Indonesia
cukuplah untuk menjadi solusi awal atas masalah tersebut. Hanya saja,
pada prakteknya banyak lafaz yang hendak diterjemahkan tidak dapat ditemukan
secara langsung di dalam kamus tersebut. Contoh, ketika hendak menerjemahkan
ayat berikut,
ذَلِكَ ٱلْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ
هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (البقرة:2)
Lafaz-lafaz ذَلِكَ, كِتَاب, لَا, رَيْب, dan هُدًى dapat dengan mudah ditemukan di dalam
kamus. Tetapi lafaz-lafaz فِيهِ dan لِلْمُتَّقِينَ ternyata tidak bisa
ditemukan di dalam kamus. Kenapa?
Jawaban atas masalah tersebut secara garis besar
bisa ditinjau dari 2 sisi:
1. Pada
dasarnya kamus itu hanya memuat daftar kata, maksudnya setiap satu lafaz di
dalam kamus itu menunjukkan satu buah kata. Sementara pada realitasnya tidak
setiap satu lafaz yang kita temui itu hanya mewakili sebuah kata saja,
banyak lafaz dalam al-Quran yang sesungguhnya dia berupa gabungan beberapa buah
kata yang ditulis dalam satu rangkaian/lafaz, seperti:
a. Lafaz فِيهِ adalah gabungan dari فِي (pada, di dalam) dan ـهِ (-nya).
b. Lafaz لِلْمُتَّقِينَ adalah gabungan dari لِ (untuk, bagi), الْ , مُتَّقٍ , dan ينَ.
2. Faktanya,
kamus itu tidak memuat seluruh jenis kosa kata. Umumnya, kata-kata
turunan tidak dimuat di dalam kamus, sedangkan pada realitasnya, banyak
lafaz yang hendak kita terjemahkan berupa kata-kata turunan.
Solusi untuk menuntaskan permasalahan yang pertama
adalah kita harus memiliki kemampuan menganalisa lafaz-lafaz berbahasa
Arab, apakah suatu lafaz itu berupa sebuah kata ataukah berupa gabungan
beberapa buah kata. Sedangkan solusi untuk menuntaskan permasalahan yang kedua kita
harus menguasai kaidah-kaidah Ilmu Sharaf.
Tahapan selanjutnya yang tak kalah penting adalah
kemampuan menganalisa struktur kalimat bahasa Arab. Yaitu kemampuan mengenali
unsur-unsur penyusun kalimat; mana yang berfungsi sebagai subjek, predikat,
objek, dan keterangan-keterangan. Hal ini merupakan dasar untuk dapat
menerjemah secara maknawiyah. Oleh karena itu selanjutnya kita harus
mempelajari dasar-dasar kaidah Ilmu Nahwu.
KAMUS DAN KOSA KATA
BAHASA ARAB
Kamus Arab-Indonesia adalah gudang kosa kata yang
memuat daftar kosa kata bahasa Arab berikut terjemahnya dalam bahasa Indonesia.
Secara global, dari keseluruhan kosa kata bahasa Arab yang terdaftar di dalam
kamus itu dapat dikelompokkan ke dalam 3 kategori. Yaitu:
1. Kata Kerja
atau dalam bahasa Arab disebut ٱلۡفِعۡلُ
2. Kata Benda
atau dalam bahasa Arab disebut ٱلۡإِسۡمُ.
3. Kata Tugas
atau dalam bahasa Arab disebut ٱلۡحَرۡفُ.
Untuk lebih
jelasnya silahkan perhatikan contoh halaman 190 dari Kamus at-Taysîr berikut
ini!
► Kata
pertama dan kedua dari kata-kata yang diberi tanda kurung adalah fi’il
seperti (مَنَعَ-يَمۡنَعُ-......) berpola فَعَلَ-يَفْعَلُ.
► Kata-kata
yang diberikan keterangan “pola” adalah fi’il. Seperti kata تَمَنَّى berpola [تَفَعَّلَ], kata-kata أَمۡنَى, أَمۡهَلَ, أَمَاتَ berpola [أَفۡعَلَ], dan sebagainya.
►
Isim bisa dikenali melalui:
o
Harakat tanwîn pada hurup terakhirnya seperti
kata مَنُوعٌ dan kata مَنًّا
o
Awalan alif-lâm seperti kata الۡـمَنُون
o Akhiran
ta marbûthah seperti
kata أَمۡنِيَّة
►
Harf adalah jenis kata yang
populasinya paling sedikit, hanya puluhan kata, dan bisa dihapal dengan mudah
seperti kata مِن (dari).
Latihan:
Coba buka halaman 158 dan halaman 188 dari Kamus at-Taysîr, lalu
sebutkanlah mana kata-kata yang tergolong fi’il, isim, dan harf!
FORMAT FI’IL, HUBUNGANNYA DENGAN KAMUS
Fi’il atau kata kerja adalah
kata-kata yang bermakna perbuatan atau peristiwa yang terjadi pada waktu
tertentu baik sudah, sedang, ataupun akan. Dalam bahasa Arab,
kandungan waktu terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa dapat diketahui
langsung melalui format suatu fi’il.
Dilihat dari formatnya, fi’il itu
terbagi menjadi 3 kategori, yakni:
a. ٱلۡفِعلُ ٱلۡـمَاضِى, yaitu format kata-kata
kerja yang mengandung makna waktu sudah seperti kata عَبَدَ (sudah menyembah).
b. ٱلۡفِعۡلُ ٱلۡـمُضَارِعُ, yaitu format kata-kata
kerja yang mengandung makna waktu sedang atau akan seperti kata يَعۡبُدُ (sedang/akan menyembah).
c. فِعۡلُ ٱلۡأَمۡرِ, yaitu format kata-kata
kerja bentuk perintah seperti ٱعۡبُدۡ (sembahlah!).
Dari ketiga format fi’il,
yang didaftar di dalam kamus hanyalah fi’il mâdhi. Format fi’il mudhâri’
dan fi’il amr umumnya tidak didaftar di dalam kamus kecuali fi’il
mudhâri’ dari kata-kata dasar tsulâtsi mujarrad (kata dasar yang
tersusun dari 3 buah hurup saja, di dalam kamus ditandai dengan tanda dua
kurung).
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh
halaman kamus at-Taysîr kaca 34 di bawah ini!
A. Ciri-ciri
Fi’il Mâdhi
1) Ciri
yang paling dominan bagi fi’il mâdhi adalah polanya. Antara lain
berpola:
a) فَعَلَ atau فَعِلَ seperti kata جَلَدَ dan عَلِمَ, selanjutnya disebut fi’il
tsulâtsi mujarrad.
b) أَفۡعَلَ seperti kata أَجۡلَبَ, أَجۡلَسَ, dan kata أَجۡمَعَ.
c) فَعَّلَ seperti kata جَلَّلَ dan جَلَّا.
d) فَاعَلَ seperti kata جَامَعَ.
e) تَفَاعَلَ seperti kata تَسَاءَلَ.
f) ٱفۡتَعَلَ seperti kata ٱجۡتَمَعَ
g) ٱسۡتَفۡعَلَ seperti kata ٱسۡتَغۡفَرَ
2) Ditempeli
hurup-hurup imbuhan تْ, تَ, تُ, تُم, نَا, واْ, yang sekaligus menjadi
penanda subjeknya. Contoh:
-
تَبَّتۡ asalnya adalah تَبَّ ditambah تۡ (هِيَ).
-
أَنۡعَمۡتَ asalnya adalah أَنۡعَمَ ditambah تَ (أَنتَ).
-
خَلَقۡتُ asalnya adalah خَلَقَ ditambah تُ (أَنَا).
-
عَبَدۡتُمۡ asalnya adalah عَبَدَ ditambah تُم (أَنتُم).
-
خَلَقۡنَا asalnya adalah خَلَقَ ditambah نَا (نَحۡنُ).
-
عَمِلُواْ asalnya adalah عَمِلَ ditambah واْ (هُم).
B. Letak
Fi’il Mâdhi di dalam Kamus
1. Fi’il-fi’il
mâdhi tsulâtsi mujarrad adalah kata pertama dari kata-kata yang ditandai
dengan tanda kurung seperti [(خَلَفَ-يَخۡلُفُ-خَلاَفَةً)]. Pada sebagian kamus
ditandai dengan tanda bintang di depannya [*خَلَفَ
-ـُ- خَلاَفَةً] (menggantikan).
2.
Fi’il-fi’il mâdhi non tsulâtsi
mujarrad diletakkan pada kelompok hurup-hurup pokoknya. Contoh:
-
Kata خَلَّفَ (meninggalkan di belakang)
-
Kata خَالَفَ (menyelisihi)
-
Kata تَخَلَّفَ (tertinggal)
-
Kata تَخَالَفَ (bersalah-salahan)
-
Kata أَخۡلَفَ (menyalahi)
-
Kata ٱسۡتَخۡلَفَ (berkuasa)
Semuanya diletakkan pada kelompok hurup pokok
خلف.
Untuk
memudahkan pencarian fi’il-fi’il mâdhi non tsulâtsi mujarrad di
dalam kamus kita harus mengetahui hurup-hurup pokoknya terlebih dahulu. Dimana
setiap fi’il mâdhi masing-masing memiliki 3 buah hurup pokok.
Coba
tentukan hurup-hurup pokok dari kata-kata ٱسۡتَغۡفَرَ, ٱسۡتَعۡجَلَ, أَنكَرَ, أَهۡلَكَ, ٱقۡتَرَبَ, تَبَارَكَ, ٱنقَلَبَ, dan قَاتَلَ!
Latihan:
1. Apa
tanda yang menunjukkan bahwa kata-kata berikut adalah fi’il mâdhi?
a. يَسَّرَ d.
ٱنتَقَلَ
b. ٱسۡتَغۡفَرۡتَ e. حَسِبۡتُم
c. عَمِلُواْ f.
تَبَارَكَ
2. Sebutkanlah
subjek (fâ’il) pada fi’il-fi’il mâdhi berikut ini!
a. فَعَلُواْ d.
أَكۡثَرۡتَ
b. ضَرَبۡتُم e.
ٱسۡتَغۡفَرۡتُ
c. جَعَلۡنَا f.
ٱنقَلَبُواْ
3. Apa
arti fi’il-fi’il mâdhi berikut ini?
a. وَقَبَ f. رَفَعۡنَا
b. تَبَّتۡ g.
أَطۡعَمَ
c. كَسَبَ h. قَتَلۡتُم
d. رَأَيْتَ i.
تَفَاهَمُواْ
e. وَضَعۡنَا j. تَعَمَّدۡتُ
C. Ciri-ciri
Fi’il Mudhâri
1) Berawalan
أ (melambangkan أَنَا, subjeknya) atau ن (melambangkan نَحۡنُ, subjeknya), setelahnya terdiri
dari 3 hurup atau lebih, dan hurup terakhirnya berharakat dhammah.
Contoh:
-
أَعۡبُدُ (aku menyembah)
-
نَسۡتَعِينُ (kami meminta tolong)
2) Berawalan
ي atau ت, setelahnya terdiri dari 3
hurup atau lebih, dan hurup terakhirnya berharakat dhammah. Terkadang
dikombinasikan dengan akhiran ونَ. Contoh:
-
يُوَسۡوِسُ (dia membisikkan)
-
تَطَّلِعُ (dia muncul/naik)
-
يَدۡخُلُونَ (mereka masuk)
-
تَعۡلَمُونَ (kalian mengetahui)
3) Didahului
kata-kata لَم (tidak), أَلَم (tidakkah), لَن (tidak akan), سَوۡفَ (kelak, nanti), سَــ (nanti). Contoh:
-
لَم
يَلِدۡ (tidak beranak)
-
أَلَمۡ
يَجۡعَلۡ (bukankah [Dia]
menjadikan)
-
لَن
تَرۡضَى (tidak akan ridha)
-
سَوۡفَ
تَعۡلَمُونَ (kelak [kalian] akan
mengetahui)
D. Menerjemah
Fi’il Mudhâri
Bentuk dan arti kata kerja fi’il
mudhari dari kata-kata dasar tsulatsi mujarrad dapat diketahui
langsung di dalam kamus. Sedangkan untuk menerjemahkan fi’il mudhâri
dari kata-kata dasar non tsulatsi mujarrad terlebih dahulu harus
ditentukan bentuk fi’il mâdhinya dengan cara:
a) Buang huruf
mudhâra’ahnya (أ, ن, ي, atau ت), sekaligus dengan kombinasi akhirannya (ونَ), jika ada! Lalu perhatikan hurup
setelahnya, jika:
-
Berharakat, biarkan!
-
Sukun, tambahkan alif (hurup bantu)!
b) Gantilah
harakat pada hurup-hurup hidupnya dengan harakat fat-hah!
Contoh, menentukan fi’il madhi dari kata يَتَسَاءَلُونَ dan kata يَخۡتَلِفُونَ sebagai berikut.
Latihan:
1. Apa
tanda yang menunjukkan bahwa kata-kata berikut adalah fi’il mudhâri’?
a. أَعۡبُدُ f.
يُوَسۡوِسُ
b. تَعۡبُدُونَ g.
تَخۡتَصِمُونَ
c. يَدۡخُلُونَ h. يَتَغَامَزُونَ
d. نَعۡقِلُ i.
أُقۡسِمُ
e. نَسۡتَبِقُ j. يَقُولُ
2. Sebutkan
subjek pada fi’il-fi’il mudhâri’ berikut ini!
a. أَعۡبُدُ f.
يُوَسۡوِسُ
b. تَعۡبُدُونَ g. تَخۡتَصِمُونَ
c. يَدۡخُلُونَ h.
يَتَغَامَزُونَ
d. نَعۡقِلُ i.
أُقۡسِمُ
e. نَسۡتَبِقُ j. تَعۡبُدُ
3. Terjemahkan
fi’il-fi’il mudhâri’ pada soal nomor 2 di atas!
E. Ciri-ciri
Fi’il Amr
Secara umum susunan hurup pada fi’il amr
itu identik dengan fi’il mâdhinya, hanya berbeda harakat saja.
Contoh:
1. Kata ٱعۡلَمۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
عَلِمَ,
2. Kata ٱعۡبُدۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
عَبَدَ,
3. Kata ٱغۡفِرۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
غَفَرَ,
4. Kata أَنزِلۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
أَنزَلَ,
5. Kata سَبِّحۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
سَبَّحَ,
6. Kata قَاتِلۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
قَاتَلَ,
7. Kata تَسَاءَلۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
تَسَاءَلَ,
8. Kata ٱنقَلِبۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
ٱنقَلَبَ,
9. Kata ٱخۡتَلِفۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
ٱخۡتَلَفَ,
10. Kata ٱسۡتَغۡفِرۡ adalah fi’il amr, fi’il madhinya
ٱسۡتَغۡفَرَ
Dalam aplikasinya terkadang fi’il amr
itu ditempeli imbuhan واْ yang sekaligus sebagai
penanda subjeknya أَنتُم (kalian). Contoh:
a. ٱعۡبُدۡ (sembahlah olehmu!)
b. ٱعۡبُدُواْ (sembahlah oleh kalian!)
F. Menerjemah
Fi’il Amr
Lafaz dan makna fi’il amr
tidak akan ditemukan secara langsung di dalam kamus. Untuk memaknainya terlebih
dahulu harus ditentukan bentuk fi’il mâdhinya dengan cara:
a) Jika fi’il
amrnya berpola ٱفۡعِلۡ, ٱفۡعَلۡ, atau ٱفۡعُلۡ tinggal buang huruf alifnya.
b) Jika fi’il
amrnya tidak berpola seperti di atas maka kita cukup mengganti harakat
pada hurup-hurup hidupnya dengan harakat fat-hah!
Contoh,
1.
Fi’il mâdhi dari kata ٱعۡبُدۡ adalah عَبدَ (menyembah). Maka ٱعۡبُدۡ artinya “sembahlah!”.
2.
Fi’il mâdhi dari kata ٱسۡتَغۡفِرۡ adalah ٱسۡتَغۡفَرَ (memohon ampun). Maka ٱسۡتَغۡفِرۡ artinya “mohon ampunlah!”.
Latihan:
1. Apa
tanda yang menunjukkan bahwa kata-kata berikut adalah fi’il amr?
a. ٱعۡلَمُواْ c. أَنصِتُواْ e.
ٱسۡتَغۡفِرۡ
b. ٱقۡرَأۡ d. سَبِّحۡ f. ٱسۡتَمِعۡ
2. Sebutkan
subjek (orang yang harus melakukan perbuatan) pada fi’il-fi’il amr
berikut ini!
a. ٱعۡلَمُواْ d. أَنصِتُواْ e.
ٱسۡتَغۡفِرۡ
b. ٱقۡرَأۡ e. سَبِّحۡ f. ٱسۡتَمِعۡ
3. Terjemahkan
fi’il-fi’il amr pada soal nomor 2 di atas!
ISIM, HUBUNGANNYA DENGAN KAMUS
A. Isim
Berdasarkan Asal-usulnya
Isim atau kata benda adalah
kata-kata yang menunjukkan makna kebendaan baik konkrit maupun abstrak. Dilihat
dari asal-usul pembentukannya isim itu dapat dikelompokkan menjadi 2
kategori, yaitu:
1. ٱلۡإِسۡمُ ٱلۡجَامِدُ, yaitu kata-kata benda orisinal,
bukan kata bentukan dari kata kerja seperti kata دُنْيَا (dunia), هَذَا (ini), ٱلَّذِينَ (orang-orang yg.), dan
sebagainya. Termasuk juga mashdar (gerund) dari kata-kata dasar tsulâtsi
mujarrad, di dalam kamus ditulis di urutan ketiga dari kata-kata yang
diberi tanda dua kurung.
2. ٱلۡإِسۡمُ ٱلۡـمُشۡتَقُّ, yaitu kata-kata benda
pecahan atau bentukan (tashrîf) dari kata kerja. Isim Musytaqq
ini terdiri dari beberapa jenis, antara lain:
Ø Isim
Fâ’il,
yaitu kata benda turunan yang bermakna pelaku seperti kata كَاتِبٌ, yaitu orang yang menulis (si penulis,
sang penulis). Adapun ciri isim fâ’il adalah:
a. Berpola
فَاعِلٌ seperti kata كَاتِبٌ (orang yang menulis);
turunan dari kata كَتَبَ (menulis), عَابِدٌ (orang yang menyembah, penyembah);
turunan dari kata عَبَدَ (menyembah), صَالِحٌ (orang yang baik) turunan dari kata صَلُحَ (baik), dan sebagainya.
b. Berawalan
mim berharakat dhammah (مُـ) dan hurup sebelum
terakhirnya berharakat kasrah seperti مُسۡلِمٌ (orang yang beragama Islam);
turunan dari kata أَسۡلَمَ (beragama Islam), مُصَدِّقٌ (orang yang membenarkan); turunan dari
kata صَدَّقَ (membenarkan), مُخۡتَلِفٌ (orang yang berselisih);
turunan dari kata ٱخۡتَلَفَ (berselisih), dan lain-lain.
Ø Isim
Maf’ul yaitu
kata benda turunan yang bermakna objek/sasaran perbuatan seperti kata مَنصُورٌ (orang yang ditolong). Cirinya:
a. Berpola
مَفۡعُولٌ seperti kata مَغۡضُوبٌ (orang yang dimurkai);
turunan dari kata غَضِبَ (marah, murka), مَعۡبُودٌ (yang disembah); turunan dari kata عَبَدَ (menyembah), dan sebagainya.
b. Berawalan
mim berharakat dhammah (مُـ) dan hurup sebelum
terakhirnya berharakat fat-hah seperti مُنكَرٌ (yang diingkari); turunan dari kata أَنكَرَ (mengingkari), مُنَزَّلٌ (yang diturunkan); turunan
dari kata نَزَّلَ (menurunkan), مُخۡتَلَفٌ (yang diperselisihkan);
turunan dari kata ٱخۡتَلَفَ (berselisih), dan lain-lain.
Dalam penerapannya isim fâ’il
dan isim maf’ûl ini terkadang dibubuhi:
1. Akhiran
ـة untuk menunjukkan gender feminin. Contoh,
kata مُسۡلِمٌ (seorang laki-laki muslim) jika
dibubuhi akhiran ـة menjadi مُسۡلِمَة (seorang wanita muslim).
2. Akhiran
ُونَ atau ِينَ dan اتٌٍ untuk menunjukkan makna
jamak. Seperti:
a. مُسۡلِمٌ (seorang muslim) jika dibubuhi ُونَ atau ِينَ menjadi مُسۡلِمُونَ/مُسۡلِمِينَ (beberapa muslim).
b. مَلۡعُونٌ (seorang yang dilaknat) jika
dibubuhi ُونَ atau ِينَ menjadi مَلۡعُونُونَ/مَلۡعُونِينَ (beberapa orang yang
dilaknat).
c. مُسۡلِمٌ (seorang muslim) jika dibubuhiات menjadi مُسۡلِمَاتٌ/مُسۡلِمَاتٍ (beberapa muslimah).
B. Menerjemahkan
Isim Fâ’il dan Isim Maf’ûl
Hampir dipastikan isim fâ’il
dan isim maf’ûl itu tidak didaftar di dalam kamus. Untuk
menerjemahkannya terlebih dahulu kita harus menentukan kata dasarnya dengan
cara:
1. Untuk
kata-kata yang berpola فَاعِلٌ cukup dengan membuang hurup alif
dan imbuhan ونَ, ينَ, اتٌ, atau ـة jika ada. Sedangkan untuk kata-kata yang
berpola مَفۡعُولٌ dengan cara membuang hurup mim dan
hurup wawu dan imbuhan ونَ, ينَ, اتٌ, atau ـة jika ada. Contoh:
-
Kata ظَالِمٌ adalah isim fâ’il
dari kata ظَلَمَ (zhalim, menganiaya). Maka arti kata ظَالِمٌ adalah orang yang
menganiaya/penganiaya/ menganiaya.
-
Kata مَظۡلُومٌ adalah isim maf’ûl
dari kata ظَلَمَ (zhalim, menganiaya). Maka arti kata مَظۡلُومٌ adalah orang yang dianiaya.
-
Kata صَالِحِينَ adalah isim fâ’il
dari kata صَلُحَ (baik). Maka arti kata صَالِحِينَ adalah orang-orang yang baik.
2. Untuk
kata-kata yang berawalan مُـ dapat diketahui dengan
langkah sebagai berikut:
a) Buang
hurup مُـ, sekaligus dengan kombinasi akhirannya (ونَ/ينَ/ات), jika ada! Lalu perhatikan
hurup setelahnya, jika:
- Berharakat,
biarkan!
-
Sukun, tambahkan alif (hurup bantu)!
b) Gantilah
harakat pada hurup-hurup hidupnya dengan harakat fat-hah!
Contoh, menentukan kata dasar (fi’il mâdhi) dari kata مُستَغفِرِينَ dan مُتَجَاوِرَاتٌ adalah sebagai berikut.
C. Isim Musytaqq Lainnya
Selain isim fa’il dan
isim maf’ul masih terdapat beberapa format kata benda turunan yang lain
dengan ciri-ciri umum antara lain:
1. Jumlah
hurup penyusunnya lebih dari 3 buah.
2. Berawalan
hurup مـ ditambah 3 hurup atau lebih.
Untuk menerjemahkannya tinggal tentukan
hurup-hurup pokoknya lalu cari kata tersebut pada kelompok hurup pokoknya.
Contoh:
a. Kata مَحۡكَمَة dapat dicari pada kelompok hurup حكم.
b. مَطۡلَعٌ dapat dicari pada kelompok hurup pokok طلع.
Coba tentukan arti kata:
1. مَغۡفِرَةٌ 6. مَرۡحَمَة
2. مِرصَادٌ 7. مَوۡثِقٌ
3. مَسۡكَنَةٌ 8. مَقۡعَدٌ
4. مَغۡرَمٌ 9. شَرِيكٌ
5. مَقَاعِدُ
10. مَشۡعَرٌ
D. Sebagian
Isim Jâmid yang Mesti Dihapal
Berikut ini daftar beberapa
jenis Isim Jâmid yang bentuknya statis (mabni) dan penting untuk
dihapal mengingat frekuensi kemunculannya sangat tinggi.
Kata Benda Tunjuk (Isim Isyârah)
ذَا، هَذَا
|
ini
|
ذَا، ذَلِكَ
|
itu, yang demikian itu
|
|
هَذِهِ
|
ini
|
تِلْكَ
|
itu, yang demikian itu
|
|
هَذَانِ|هَتَانِ
|
yang 2 ini
|
ذَلِكُمَا|تِلْكُمَا
|
itu, yang demikian itu
|
|
أُولَى،هَؤُلاَءِ
|
mereka ini
|
أُولَى،أُولَئِكَ
|
mereka itu/itu
|
|
ثَمَّ|هُنَالِكَ
|
di sana
|
هَهُنَا
|
di sini
|
Kata Benda Tanya (Isim Istifhâm)
مَن
|
siapa
|
أَيْنَ
|
dimana
|
|
مَا
|
apa
|
كَمْ
|
berapa
|
|
مَتَى
|
kapan
|
كَيْفَ
|
bagaimana
|
Kata Benda Berpenghubung, Bermakna “yang” (Isim Mawshûl)
الَّذِى
|
1 orang lk.yang
|
الَّتِى
|
1orang pr. yang
|
|
الَّذَانِ|الَّذَيْنِ
|
2 orang lk. yang
|
الَّتَانِ|الَّتَيْنِ
|
2 orang pr. yang
|
|
الَّذِينَ
|
bbrp org lk. yang
|
اللاَّتِى|اللاَّئِى
|
bbrp org pr. yg
|
|
مَا
|
apa yang, yang
|
مَن
|
siapa yang
|
Kata Benda Syarat (Isim Syarat)
مَن
|
siapa
|
أَيْنَ
|
dimana
|
|
مَا
|
apa
|
مَهْمَا
|
apapun, bagaimanapun
|
|
مَتَى
|
kapan
|
Isim Dhamîr
Isim dhamîr, dalam bahasa Indonesia
dikenal dengan istilah kata ganti nama. Yaitu:
a. هُوَ atau هِيَ artinya dia.
b. هُمَا artinya mereka berdua.
c. هُم atau هُنَّ artinya mereka.
d. أَنتَ atau أَنتِ artinya kamu.
e. أَنتُمَا artinya kalian berdua.
f. أَنتُم atau أَنتُنَّ artinya kalian.
g. أَنَا artinya saya.
h. نَحۡنُ artinya kami/kita.
E. Isim
dhamîr
yang selalu ditulis menempel di belakang kata lainnya
Banyak ditemui :
a. ـهُ/ـهِ atau ـهَا artinya –nya.
b. ــهُمَا atau ـهِمَا artinya –nya.
c. ـهُم atau ـهنَّ artinya –nya.
d. ـكَ atau ـكِ artinya –mu.
e. ـكُمَا artinya –mu.
f. ـكُم atau ـكُنَّ artinya –mu.
g. ـنِي atau ــيْ artinya –ku.
h. َُِـنَا artinya –kami.
Contoh:
1.
ضَرَبَــهُ, ضَرَبَــهَا, ضَرَبَــهُمَا, ضَرَبَــهُم, ضَرَبَــهُنَّ semuanya diartikan memukulnya.
2.
بَيۡتُــهُ, بَيۡتُــهَا, بَيۡتُــهُمَا, بَيۡتُــهُم, بَيۡتُــهُنَّ semuanya diartikan rumahnya.
3.
ضَرَبَــكَ, ضَرَبَــكِ, ضَرَبَــكُمَا, ضَرَبَــكُم, ضَرَبَــكُنَّ semuanya diartikan memukulmu.
4.
بَيۡتُــكَ, بَيۡتُــكِ, بَيۡتُــكُمَا, بَيۡتُــكُم, بَيۡتُــكُنَّ semuanya diartikan rumahmu.
5.
ضَرَبَـــنِي artinya memukulku.
6.
بَيۡتِــــــيْ artinya rumahku.
7.
ضَرَبَــــنَا artinya memukul kami.
8.
بَيۡتُـــــنَا artinya rumah kami.
Latihan:
1. Cari
kata-kata berikut ini di dalam kamus dan tulislah artinya!
a. حِلۡيَة f.
خَمۡرٌ
b. دَمٌ g. زَهۡرَة
c. شِرۡذِمَة h.
صَيۡفٌ
d. رِجۡزٌ i. جُندٌ
e. ثَوَابٌ j.
بِكۡرٌ
2. Tergolong
isim musytaqq jenis apakah kata-kata berikut ini?
a. مُفۡلِحُونَ f. غَاسِقٍ
b. عَابِدُونَ g.
مَأۡكُولٍ
c. مُكۡرَمِينَ h.
صَالِحَاتٍ
d. مُبَشِّرِينَ i. مُطَفِّفِينَ
e. مُسۡتَبۡشِرَةٌ j. مَمۡنُونٍ
3. Apa
kata dasar dari isim-isim musytaqq pada soal nomor 2 di atas?
4. Sebutkan
hurup-hurup pokok dari kata-kata pada soal nomor 2 di atas?
5. Apa
arti kata-kata pada soal nomor 2 di atas?
6. Pisahkanlah
dhamir yang ada pada lafaz berikut ini!
a. مَالُهُ i.
لَـهُ
b. صَلاَتِهِم j.
لِـيَ
c. أَطۡعَمَهُم k.
لَنَا
d. رَبُّكَ l.
بِهَا
e. جِيدِهَا m. عَلَيَّ
f. أَمۡهِلۡهُم n.
جَعَلَنِي
g. أَنفُسَكُم o. يَدَيَّ
h. رَبّـهِ p.
فِيهَا
HARF, HUBUNGANNYA DENGAN KAMUS
Harf atau kata tugas adalah
kata-kata yang tidak tergolong ke dalam kategori isim maupun fi’il.
Bentuknya statis akan tetapi memiliki makna yang sangat dinamis. Jumlahnya sangat
terbatas dan seluruhnya terdaftar di dalam kamus.
Perlu diketahui, bahwa ada
beberapa harf yang terbentuk dari sebuah hurup saja dan ditulis
menempel langsung di depan kata lainnya sehingga terkesan sebagai hurup
penyusun kata tersebut padahal bukan, seperti kata بِـ pada lafaz بِسۡمِ, kata لِـ pada lafaz لِلَّهِ, dan sebagainya. Bagi pemula hal itu tentu
akan menyulitkan.
Berikut ini daftar kata-kata
tugas (harf) yang mesti kita hapal. Mengingat populasinya yang sangat
sedikit namun frekuensi kemunculannya sangat tinggi. Agar kita tidak
bolak-balik buka kamus untuk mencari maknanya.
1. Kata-kata
tugas (harf) yang terbentuk dari satu buah hurup saja dan dalam
penulisannya ditempelkan langsung di depan kata lainnya, yaitu:
Lafaz
|
Arti Dasar
|
Contoh
|
أَ
|
apakah
|
أَأَنْتُم أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ
Apakah kamu lebih sulit penciptaannya
ataukah langit?
|
بِـــ
|
dengan, kepada
|
يُؤۡمِنُوۡنَ بِــٱلغَيۡبِ
Mereka beriman kepada
yang gaib.
|
سَـــ
|
nanti
|
كَلاَّ سَــيَعۡلَمُوۡنَ
Jangan begitu! Nanti
mereka akan tahu.
|
فَـــ
|
maka, lalu
|
فَــسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu
|
كَـــ
|
seperti
|
فَجَعَلَهُمۡ كَــعَصۡفٍ
مَأۡكُوۡلٍ
maka Dia jadikan mereka seperti
daun yang dimakan ulat
|
لِـــ - لَـ
|
milik, bagi
|
هَدًى لِـــلۡمُتَّقِينَ
petunjuk bagi
orang-orang bertakwa
|
لِـــ
|
supaya
|
لِــنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً
supaya Kami jadikan ia itu peringatan bagi kamu
|
لَـــ
|
sesungguhnya
|
لَأَنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِى صُدُوْرِهِم
Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih
ditakuti
|
لۡـــ
|
hendaklah
|
فَــلۡيَعۡبُدُوۡا رَبَّ هَذَا ٱلبَيۡتِ
maka hendaklah mereka
menyembah
Tuhan Pemilik rumah ini (baitullah)
|
وَ
|
dan
|
وَٱنۡـحَرۡ
dan berkurbanlah!
|
ٱلـ
|
the
|
ٱلــرَّحۡمَنِ
Yang Maha Pengasih
|
Adakalanya beberapa kata tugas tersebut bergabung satu dengan lainnya
membentuk satu kesatuan. Contoh:
a. فَــ dengan ـلۡــــ seperti فَلۡيَعۡبُدُوۡا (maka hendaklah mereka menyembah).
b. أَ dengan فَـــ seperti أَفَلاَ تَعۡقِلُوۡنَ (maka tidakkah mereka
berpikir).
c. فَــ dengan ـلِــــ seperti فَلِأَنۡفُسِكُمۡ (maka bagi diri kamu).
d. أَ dengan وَ seperti أَوَلَـمۡ يَرَوۡا إِلَى الطَّيۡرِ (dan tidakkah mereka
memperhatikan burung itu).
e. وَ dengan لْــــ seperti وَلۡــيَتَلَطَّفۡ (maka hendaklah dia berlemah
lembut)
f. وَ dengan لِــــ dengan الۡـ seperti وَلِـــلۡكَافِرِينَ عَذَابٌ (dan bagi orang-orang kafir
itu adzab).
g. وَ dengan لَــــ dengan الۡـ seperti وَلَــلۡأخِرَةُ خَـيرٌ (dan sungguh akhirat itu
lebih baik).
h. وَ atau فَـ dengan ٱلـــ seperti وَٱلعَصۡرِ dan فَٱلـمُغِيۡرَاتِ
صُبۡحًا
i. لــَ atau لِــ dengan ٱلــ seperti وَلَــلۡأخِرَةُ
خَـيرٌ
dan فَوَيۡلٌ لِلۡمُصَلِّينَ; pada rangkaian seperti
ini hurup alif dari ٱلــ dibuang.
j. بِــ dengan ٱلــ seperti بِٱلۡحَقِّ dan بِٱلصَّبۡرِ
Latihan:
Pisahkanlah harf-harf dari kata lainnya pada
lafaz-lafaz berikut ini!
► ٱلۡحَمۡدُ ► فَسَبِّحۡ ► وَلِلَّهِ
► بِٱلۡغَيۡبِ ► لِلۡمُصَلٍّ ► لِلَّهِ
► كَٱلۡفَرَاشِ ► سَيَقُولُ ► وَلَنَبۡلُوَنَّ
► وَلَلۡآخِرَةُ ► فَسَيُجَنَّبُ ► وَوَضَعۡنَا
2. Kata-kata
tugas (harf) yang terbentuk dari lebih satu hurup, yaitu:
Kata
|
Arti
|
Kata
|
Arti
|
|
إِذْ
|
ketika, tatkala
|
أَلاَ
|
apakah tidak, ingat
|
|
إِذَا
|
jika, apabila
|
إِلاَّ
|
kecuali, melainkan, jika
tidak
|
|
إِذًا=إِذَنْ
|
kalau demikian adanya
|
إِلَى
|
ke, kepada
|
|
أَلاَّ
|
bahwa jangan
|
أَمْ
|
ataukah
|
|
أَمَّا
|
adapun
|
لاَتَ
|
bukanlah
|
|
إِمَّا
|
bisa jadi, atau
|
لَكِن\لَكِنَّ
|
tetapi
|
|
أَن
|
bahwasanya
|
لَمْ
|
tidak, belum
|
|
إِنْ
|
jika
|
لَمَّا
|
ketika, belum
|
|
أَنَّ\إِنَّ
|
bahwa, sesungguhnya
|
لَنْ
|
tidak akan
|
|
أَوْ
|
atau
|
لَوْ
|
andai, jikalau
|
|
إِى
|
ya
|
لَولاَ
|
jika tidak, hendaklah
|
|
بَلَى
|
ya, tentu saja
|
فِيْ
|
dalam, tentang, karena
|
|
بَلْ
|
bahkan, tetapi
|
قَدْ
|
sungguh, kadang
|
|
ثُمَّ
|
lalu, kemudian
|
كَأَنَّ
|
seakan-akan
|
|
حَتَّى
|
hingga
|
كَلاَّ
|
jangan begitu
|
|
رُبَّ
|
seringkali
|
كَي
|
agar
|
|
سَوْفَ
|
kelak
|
لَومَا
|
mengapa tidak
|
|
عَلَّ\لَعَلَّ
|
agar
|
لَيْتَ
|
andaikan/kiranya
|
|
عَلَى
|
atas, kepada
|
مَا
|
tidak
|
|
عَمَّ
|
tentang apakah
|
مِنْ
|
dari
|
|
عَمَّا = عَن مَا
|
mengenai
|
نَعَمْ
|
ya
|
|
عَنْ
|
tentang, dari, melalui
|
هَلْ
|
apakah
|
|
لاَ
|
tidak, jangan
|
يَا
|
wahai
|
Latihan:
1.
Tersusun dari kata tugas apa sajakah
lafaz-lafaz berikut ini dan apa artinya?
a. أَفَلاَ f.
أَوَلَمۡ g.
بِأَنَّ
b. وَلَمۡ g. بِلاَ h.
فَإِذَا
c. بِأَنۡ h. لَإِنۡ i.
وَلَو
2. Uraikanlah
lafaz-lafaz berikut ini sehingga menjadi bagian-bagian berupa kata lalu
terjemahkan!
a. بِرَبِّ h.
وَٱلۡتِّينِ o. فَجَعَلۡنَاهُم
b. سَنُرَاوِدُ i.
بِٱلۡدِّينِ p. وَإِنَّهُ
c. وَٱلۡفَتۡحُ j.
وَلَسَوۡفَ q. أَرَأَيۡتَ
d. فَوَيۡلٌ k.
وَسَيُجَنِّبُ r. وَتَبَّ
e. فَلۡيَعۡبُدُواْ l. أَيَحۡسَبُ s. فَزَادَهُم
f. لَبِٱلۡـمِرۡصَادِ m. فَذَكِّرۡهُ t. لَقَوۡلٌ
g. كَـٱلۡعِهۡنِ n. وَخَلَقۡنَاكُم u.
PRAKTEK MENERJEMAH AL-QURAN
1- وَسَارِعُواْ إِلَى مَغۡفِرَةٍ مِن
رَبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرۡضُ
وَسَارِعُواْ
|
إِلَى
|
مَغۡفِرَةٍ
|
مِن
|
رَبِّكُمۡ
|
وَجَنَّةٍ
|
عَرۡضُهَا
|
السَّمَاوَاتُ
|
وَالأَرۡضُ
|
وَ+سَارِعُواْ
|
||||||||
2- ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّاءِ
وَٱلضَّرَّاءِ وَٱلۡكَاظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ
ٱلَّذِينَ
|
يُنفِقُونَ
|
فِي
|
ٱلسَّرَّاءِ
|
وَٱلضَّرَّاءِ
|
وَٱلۡكَاظِمِينَ
|
ٱلۡغَيۡظَ
|
3- وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ
فَاحِشَةً أَوۡ ظَلَمُواْ أَنفُسَهُم ذَكَرُواْ اللهَ فَٱسۡتَغفَرُواْ
لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ
وَٱلَّذِينَ
|
إِذَا
|
فَعَلُواْ
|
فَاحِشَةً
|
أَوۡ
|
ظَلَمُواْ
|
أَنفُسَهُم
|
ذَكَرُواْ
|
اللهَ
|
فَٱسۡتَغفَرُواْ
|
لِذُنُوبِهِمۡ
|
وَمَن
|
يَغۡفِرُ
|
ٱلذُّنُوبَ
|
إِلاَّ
|
اللهُ
|
4- إِن يَمۡسَسۡكُمۡ قَرۡحٌ فَقَدۡ مَسَّ
ٱلۡقَوۡمَ قَرۡحٌ مِثۡلُهُ
إِن
|
يَمۡسَسۡكُمۡ
|
قَرۡحٌ
|
فَقَدۡ
|
مَسَّ
|
ٱلۡقَوۡمَ
|
قَرۡحٌ
|
مِثۡلُهُ
|
5- ٱلصَّابِرِينَ وَٱلصَّادِقِينَ وَٱلۡقَانِتِينَ
وَٱلۡـمُنفِقِينَ وَٱلۡـمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ
ٱلصَّابِرِينَ
|
وَٱلصَّادِقِينَ
|
وَٱلۡقَانِتِينَ
|
وَٱلۡـمُنفِقِينَ
|
وَٱلۡـمُسۡتَغۡفِرِينَ
|
بِٱلۡأَسۡحَارِ
|




Komentar
Posting Komentar